Ketagihan Lezatnya Mie Sapi Banteng Sleman

kulineryogya.id – Buat sebagian besar warga +62, makan mie sama pentingnya dengan makan nasi. Mie bisa jadi menu utama sekaligus camilan. Saking cintanya sama mie, daya kreatif warga +62 dalam mengolah mie pun menghasilkan berbagai variasi menu yang menggoda selera.

Tidak percaya? Ini lho, salah satu tempat kuliner yang lagi menyedot banyak perhatian warga Jogja, yaitu Mie Sapi Banteng. Mie satu ini beralamatkan di jalan Banteng Utama No.25 Sinduharjo Ngaglik Sleman atau kalian bingung, ikuti saja petunjuk mbah google dengan keyword “Mie Sapi Banteng”.

Perkenalan saya dengan Mie Sapi Banteng sebenarnya tidak sengaja. Sebagai generasi Z, tentu donk scrolling sesuatu yang lagi ngehits di Jogja lewat media sosial jadi momen spiritual yang penting. Nah, dari usaha kepo-kepo tempat kuliner, kemudian saya pun tergoda mencobanya.

Sabtu sore di pertengahan bulan September, saya pun mengujungi Mie Sapi Banteng. Mas Satria, pemilik Mie Sapi Banteng, menyapa ramah saat saya datang.

Saya sengaja memilih datang pukul 16.00 WIB saat Mie Sapi Banteng baru saja buka. Hal ini saya lakukan karena antrian belum terlalu panjang dan pilihan menu masih komplit. Dari kejauhan tampak mas Satria sedang menyiapkan peralatan dan bumbu-bumbu di atas meja.

Dari yang saya baca, banyak netizen menyarankan agar jangan coba-coba datang ke Mie Sapi Banteng mendekati jam tutup yaitu pukul 22.00 WIB karena pastinya Mie Sapi Banteng sudah sold out!

Parkir yang selalu ramai di Mie Sapi Banteng
Parkir yang selalu ramai di Mie Sapi Banteng

Saya mengambil kertas order dan memesan satu porsi mie banteng dengan ekstra topping sapi panggang dan pangsit rebus. Tentunya dengan pilihan cita rasa pedas asin. Bagi kalian yang tidak tahan pedas, baiknya tetap memilih cita rasa manis. Untuk minum, cukup sebotol air mineral saja.

Sambil menunggu pesanan dibuat, saya memilih bangku untuk duduk. Bangku favorit saya di Mie Sapi Banteng adalah duduk di meja depan atau di meja yang sama dengan Mas Satria meracik pesanannya.

Alasannya sederhana, saya suka melihat Mas Satria meracik mie pesanan pelanggannya. Ohiya, Mas Satria ini penjual yang ramah dan senang mengobrol dengan pelanggannya. Jadi, tidak perlu sungkan mengajaknya mengobrol.

Sembari mencelupkan mie, Mas Satria bercerita bagaimana awalnya dia bisa berjualan Mie Sapi Banteng. “Awalnya saya kuliah kuliner di Singapura, mbak. Terus belajar membuat mie ini, kemudian saya sesuaikan dengan lidah orang sini”, kisahnya sore itu.

Mie pesanan di Mie Sapi Banteng sedang diracik
Mie pesanan di Mie Sapi Banteng sedang diracik

Buat sebagian orang, mie sapi banteng dianggap sedikit terlihat berminyak. Tapi bagi saya, ciri dan kenikmatannya justru terletak pada chili oilnya yang memang khas. Apalagi dipadukan dengan mie yang kenyal, daging sapi cincang yang dimasak dengan bumbu pilihan dan terakhir ekstra topping daging sapi panggang.

Menulis artikel ini saja membuat liur saya menetes karena kembali membayangkan kenikmatan mie sapi banteng buatan mas Satria sore itu. Mienya sendiri memiliki cita rasa gurih dan menurut mas Satria, resep rahasia dari mie sapi banteng adalah mie yang mereka gunakan fresh setiap harinya.

Pangsit rebusnya pun tak kalah menggoda. Kulit pangsitnya lembut dengan isian udang yang digiling. Sesekali saya bahkan mendapatkan pangsit dengan potongan udang di dalamnya.

Pangsit rebus ini juga menggunakan kuah chili oil yang menjadi ciri khas mie sapi Banteng. Belum puas, saya pun menambah lagi satu porsi pangsit goreng dengan saus rahasia. Kulit pangsit yang garing terasa renyah ketika digigit dengan tekstur isian udang giling yang kenyal. Camilan sempurna penutup sore hari itu.

Mie Sapi Banteng siap di santap
Mie Sapi Banteng siap di santap

Untuk semua kenikmatan duniawi yang ditawarkan oleh mas Satria, saya hanya perlu membayar Rp50.000 saja. Itu pun masih mendapatkan kembalian untuk parkir sepeda motor. Sangat terjangkau untuk ukuran Jogja.

Mie memang bukan kuliner asli Nusantara, akan tetapi mie sangat familier dengan lidah kita. Mulai dari level gerobak hingga level restoran mahal, mulai dari mie kering hingga mie basah. Sangat banyak macamnya untuk dicicipi. Salah satunya, Mie Sapi Banteng.

Demi seporsi kenikmatan Mie Sapi Banteng, saya pun rela antri. Kalian bagaimana, sudah siap antri demi seporsi Mie Sapi Banteng?

Baca juga tulisan menarik lainnya Reza Rizki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Loko Coffee Malioboro, Kedai Kopi Berkonsep Romantisme Stasiun Kereta

Fri Mar 6 , 2020
kulineryogya.id – Jika Anda sedang berada di sekitar Malioboro dan ingin menikmati hari dengan cara yang berbeda, maka nongkrong di Loko Coffee jadi pilihan yang tepat. Loko Coffee Shop Malioboro beralamat di jalan Pasar Kembang No.3 A Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasinya yang tidak jauh dari […]
Loko Coffee Malioboro, Kedai Kopi Berkonsep Romantisme Stasiun Kereta